Breaking News

Kompas.com | Cara Mempertahankan Kilau Warna Atraktif Sepeda Motor pada musim Hujan

Jakarta, KompasOtomotif – Belakangan, banyak produsen sepeda motor yang mulai mengandalkan warna-warna atraktif. Kelir standar seperti hitam, abu-abu, merah, biru, putih, kini ditemani dengan warna ”berani” yang terkesan lebih muda dan dinamis. Mulai kuning, ungu, hijau, cokelat dan banyak lainnya.

Bukan tanpa alasan, warna cerah dan atraktif ternyata punya segmen sendiri. Kebanyakan produk yang mengadopsi warna cerah adalahSkutik. Salah satu contoh, Yamaha Fino FI dengan aneka pilihan warna di tipe sporty. Tak hanya satu, kombinasi beberapa warna bahkan dipadu polesan krom membuat penampilan menggairahkan.

Ketika memutuskan untuk membelinya, yang harus disadari adalah menjaga kondisi warna atraktif agar tetap mengilap. Dari berbagai sumber, KompasOtomotif coba merangkum cara mempertahankan warna ”kinclong” sepeda motor agar tetap memesona:

1. Jangan terlalu sering terkena sinar matahari. Sebisa mungkin mencari tempat parkir yang teduh. Debu dan sinar ultraviolet matahari terus-menerus berpotensi merusak partikel cat.

2. Hindari mencuci dengan deterjen atau bahkan sabun colek. Kandungannya diciptakan untuk menghilangkan noda pada kain, bukan bodi sepeda motor. Usahakan memakai sampo khusus untuk menjaga kelembaban bodi dan cat.

3. Air Hujan dan garam adalah musuh cat. Air Hujan mengandung asam, terutama Hujan yang turun pertama kali. Jika terkena, segera basuh dengan air bersih. Begitu juga dengan air garam alias air asin. Kandungan garam membuat warna cepat pudar, dan komponen besi cepat berkarat.

4. Segera keringkan jika bodi sepeda motor terkena air apa pun. Bintik-bintik air yang menempel dan terkena sinar matahari bercampur debu akan meninggalkan jamur dan noda yang sulit dihilangkan. Kilau cat pun berkurang.

5. Menggunakan cairan pengilap boleh, namun tidak disarankan terlalu sering. Warna bodi sepeda motor akan terkikis dan keindahannya pun lambat laun hilang.

6. Khusus untuk lapisan krom, hati-hati jika membersihkan air yang menempel. Gunakan kain dengan tekstur lembut agar tidak baret. Usahakan tidak memakai bahan kimia apa pun untuk komponen krom, karena warna akan berangsur menjadi kekuningan.
Konten ini adalah kerjasama antara Otomotif Kompas.com dengan Yamaha Motor Indonesia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Donny Apriliananda
Editor: Aris F. Harvenda
Read more ...

atomatof.Kompas.Com | Begini Mengganti Pelumas Sepeda Motor yang Benar

Jakarta, KompasOtomotif – Agenda wajib mengganti pelumas bagi sebagian pemilik sepeda motor menjadi hal yang rumit. Pasalnya, tidak sedikit pemilik mengandalkan bengkel untuk melakukan hal tersebut. Padahal, rutinitas itu bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan mekanik. 

Fungsi pelumas menjaga tingkat keausan bidang gesek pada komponen mesin. Bila sudah lama tidak diganti, kondisi pelumas bisa kotor, menjadi lebih encer, atau kapasitasnya menurun. Indikasinya bisa dirasakan ketika tenaga mesin berkurang atau bagian mesin terasa lebih cepat panas dari biasanya. 

Sibuk beraktivitas sehari-hari hingga kesulitan meluangkan waktu mampir ke bengkel ditambah malas mengantre jadi alasan terbesar pemilik meremehkan penggantian oli. Padahal kita bisa melakukannya sendiri di rumah. 
Tentunya Anda harus punya oli pengganti sebelum melakukan proses. 
Berikut langkah-langkah mengganti pelumas seperti resensi Teknisi Otodidak Sepeda Motor. Bisa dilakukan sendiri atau digunakan untuk mengawasi proses penggantian di bengkel. 

1. Penggantian sebaiknya dilakukan saat mesin panas. Saat itu pelumas lebih encer sehingga mudah mengalir keluar. Selain itu, sehabis kerja pelumas lebih banyak membawa kotoran. 
2. Sediakan bak di bawah mesin untuk menampung pelumas yang keluar. 
3. Buka baut penutup pembuangan yang biasanya terletak di lantai sebelah kiri bawah bak mesin (crankcase). Agar lebih lancar, sepeda motor sebaiknya dalam posisi standar samping. 
4. Buka baut pengisian atau baut pengukur. 
5. Proses pembersihan sisa-sisa pelumas bisa dipercepat dengan menghembuskan udara kompresor pada lubang pengisian. Bila tidak tersedia, injak kick starter berulang-ulang hingga merontokan pelumas yang masih menempel. Cara lain, diamkan semalaman sampai pelumas terkuras habis.
6. Bersihkan saringan pelumas. Letaknya di baut pembuang. 
7. Pasang kembali saringan pelumas, lalu pasang dan kencangkan baut penutup pembuangan. 
8. Isi bak mesin dengan pelumas sesuai spesifikasi yang dianjurkan lewat lubang pengisian.
9. Pasang baut pengukur.
10. Hidupkan mesin dan biarkan stasioner selama beberapa menit agar pelumas mulai bersirkulasi. 
11. Matikan mesin kemudian kembalikan sepeda motor ke posisi tegak.
12. Periksa pada baut pengukur, pastikan tinggi permukaan berada pada batas atas.
13. Sepeda motor siap digunakan.
Penulis: Febri Ardani Saragih
Editor: Aris F. Harvenda
Read more ...

Kompas.com |Memanaskan Mesin Sepeda Motor yang Benar

Jakarta, KompasOtomotif – Sudah menjadi kebiasaan banyak orang, ketika akan memulai perjalanan, sepeda motor terlebih dahulu ”dipanasi”, dengan membiarkan stasioner dalam jangka waktu yang bervariasi. Apalagi sepeda motor sudah didiamkan dalam waktu yang lama (lebih dari 5 jam). Namun untuk sepeda motor injeksi, memanasi hendaknya tidak dibuat jadi agenda wajib.

Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan, sepeda motor injeksi sudah jauh lebih ”pandai” ketimbang yang menggunakan karburator. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.
”Cukup 30 detik dan maksimal 1 menit. Biarkan stasioner saja, dan oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujarnya kepadaKompasOtomotif, Selasa (22/4/2014).

Dengan memanaskan mesin tak lebih lebih dari satu menit, menurut Sarwono ada beberapa keuntungan. Pertama, mesin sudah mendapat sirkulasi oli dengan baik. Kedua, suhu mesin sudah cukup hangat untuk melakukan perjalanan (running), dan ketiga, efisien dalam penggunaan bahan bakar atau tidak banyak terbuang percuma saat dipanasi.

Sia-sia”Kalau terlalu lama (memanasi), bensin terbuang sia-sia. Sayang, lebih baik dibuat jalan. Lalu ada kemungkinan komponen lain seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Bahkan bisa merusak cat knalpot tersebut,” jelasnya.

Andai tak dipanaskan pun, Sarwono berani menggaransi sepeda motor injeksi sudah siap diajak lari. Gejala ”brebet” ketika kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator akan sangat jarang terjadi.

Salah satu bukti konkret, keberadaan tuas choke yang dulu dipasang untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan, kini sudah tak digunakan lagi. Bahkan saat ini keberadaannya sudah cukup langka untuk sepeda motor model baru. Pria ramah itu pun mengatakan bahwa sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke ,karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin, sehingga mudah dihidupkan.
Penulis: Donny Apriliananda
Editor: Aris F Harvenda
Read more ...

Kompas.com | Jangan Sembarang Ganti Klakson Motor

Tangerang Selatan, KompasOtomotif - Kadang suara klakson sepeda motor bawaan pabrik masih kurang bisa menarik perhatian di jalanan. Tentu solusinya diganti dengan produk aftermarket.
Nah, buat biker yang merasa perlu mengganti klakson ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Menurut Nanang, wiraniaga dari toko aksesori Gandhi Racing di Pamulang, Tangerang Selatan, substitusi klakson tidak sulit, hanya kelistrikan saja yang paling penting disesuaikan.
Perhatikan spesifikasi tegangan (V) dan frekuensi (Hz) suaraklakson
"Dilihat dulu spesifikasi klaksonnya. Kalau aki motor kan biasanya 12 Volt tapi Ampere-nya bisa beda. Buat menyesuaikan dengan klakson harus pakai relay biar stabil," papar Nanang, Rabu (16/12/2015).
Produk pengganti klakson di pasaran biasanya mengeluarkan suara lebih besar, jadi butuh daya lebih besar untuk mengaktifkannya. Kabel standar asli motor tidak semua kuat untuk mengakomodasi itu, makanya relay sangat diperlukan. Tanpa relay, kabel dan saklar klakson bisa cepat rusak.
Di toko, Nanang menjual beragam jenis klakson, ukuran dan suara yang dihasilkan beda-beda. Harganya juga bermacam-macam mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 170.000. Harga itu termasuk relay dan pemasangan.
Menurut Anang lagi, konsumen tidak melulu memilih karena suara tapi yang paling banyak dicari model anti air.
Penulis
: Febri Ardani Saragih
Editor
: Agung Kurniawan

Read more ...

Otomania.com | Pelajari Plus-Minus Aki pada Kendaraan Bermotor

Jakarta, Otomania – Secara garis besar, sekarang ini ada dua produk aki yang dipasarkan di seluruh Indonesia, jenis basah dan manitenance fee (MF/aki kering). Buat Anda yang memang berniat membeli aki baru, sebelum memilih jenis mana, ada baiknya pelajari masing-masing karakteristiknya, supaya lebih cakap dalam menentukan.

Agustono Santoso, Promotion Manager Yuasa Battery mengatakan, dua aki tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya. Aki basah biasa disebut sebagai produk konvensional, sedangkan MF bsa dibilang lebih muda teknologinya dan dirancang agar lebih banyak memberikan keuntungan bagi konsumennya.  

"Salah satu keunggulan aki MF ketimbang aki basah, salah satunya adalah dari daya penyimpanan lisrik yang lebih banyak. Namun secara garis besar, setiap produk pasti memiliki kelebihan dan kekurangan,” ujar Agus, Selasa (4/8/2015).

Awet
Satu hal yang wajib diketahui konsumen, adalah setiap aki pasti punya keterbatasan waktu operasional. Untuk aki MF "kering" dengan kualitas baik, umumnya berusia satu sampai dua tahun sebelum minta diganti. Sedangkan untuk aki basah, usianya berkisar satu sampai satu setengah tahun.

Mengapa aki MF "kering" cenderung lebih awet? Menurut Agus, jeroan komponen ini, terutama pada bagian timah sudah dilapisi dengan kalsium, sehingga membuatnya tidak mudah rontok. Sedangkan, pada aki basah tidak. Selain itu, penguapan cariran asam sulfat pada aki MF semakin diminimalisir, karena desainnya yang tertutup rapat, berbeda dengan yang basah.

Tapi, meski memiliki segudang keunggulan ketimbang aki konvensional (basah), penggunaan aki MF dirasa kurang ideal untuk konsumen di Indonesia yang beriklim tropis. Dengan musim panas yang panjang maka suhu yang harus diterima aki semakin tinggi. Apalagi, posisi aki biasanya di dalam kap berdampingan dengan mesin yang juga memancarkan panas.

Jika sampai menguap, otomatis usia aki MF akan jauh lebih sebentar ketimbang tipe konvensional. “Aki kering memang dibuat di daerah yang memiliki empat musim, jadi tidak akan terganggu dengan suhu panas yang akan menguapkan cairan di dalam aki,” ujar Agus.
Sedangkan untuk aki basah sendiri bisa dikatakan lebih ideal digunakan untuk konsumn di indonesia, apalagi ketika kondisi cuaca panas. Kadar air aki bisa selalu dipantau, jika terjadi kekurangan karena penguapan yang besar, bisa langsung ditambahkan asal jangan sampai melebihi titik lower level. Bisa jadi usianya akan lebih panjang dari aki MF.
Perawatan
Aki MF (maintenance free), dari identitasnya sudah bisa di asumsikan bahwa aki ini tidak membutuhkan cukup banyak perawatan. Hanya tinggal digunakan dan tunggu saja hingga sampai soak. Jadi bagi yang cukup merasa direpotkan dengan kegiatan pengecekan kadar air aki secara rutin, bisa memilih jenis ini.
Lain halnya untuk aki basah, kadar airnya harus selalu diperiksa, agar tidak mencapai titik lower level. Karena jika hal tersebut terjadi aki sudah tidak bisa digunakan kembali. Meski banyak yang menawarkan jasa untuk kuras aki, usianya hanya akan bertahan dua sampai tiga bulan.
“Batas lower level tersebut dimaksudkan untuk menjaga timah aki agar tetap terendam air, karena ketika timah tersebut teroksidai oleh udara maka akan cepat rusak. Sebaiknya periksa kadar air aki secara berkala sekurangnya seminggu sekali, untuk menghindari aki drop ketika dibutuhkan,” ujar Agus.
Oleh karena itu, penggunaan aki basah harus diberi perwatan ekstra dibanding dengan aki MF yang cenderung bebas perawatan.”Dari beberapa kelebihan dan kekurangan tersebut, pilihan aki tetap menjadi selera dari konsumen dan tidak bisa diganggu gugat,” tutur Agus.



Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor: Agung Kurniawan
Read more ...

motorplus-online.com | Perbedaan Kampas Rem Asbestos dan Non Asbestos | Sederhana tapi Perlu Perhatian Gengs!!

Masih banyak kampas rem depan atau belakang aftermarket yang menggunakan bahan asbestos. Terutama kampas rem yang murah. Asbestos tidak baik untuk kesehatan, terutama untuk sistem pernafasan. Bahkan bisa mengakibatkan kanker, ih ngeri sob! Pilihannya lain kampas rem non asbestos. Tentu bro perbedaan kampas rem asbestos dan non asbestos seperti langit dan bumi. Jauh banget deh perbedaannya.   
Tapi, hampir semua brand kampas rem ternama sudah menggunakan bahan non asbestos yang tentunya ramah lingkunga. “Sudah lama kami meninggalkan asbestos dan menggunakan bahan non asbestos untuk brake shoe dan brake pad. Selain ramah lingkungan, juga banyak manfaatnya,” bilang Akira Oota, Development Operation Chief Enginner Nissin Kogyo Co.,LTD.
Apa saja perbedaan kampas rem asbestos dan non asbestos? Nah.. biasanya untuk non asbestos menggunakan campuran steel fiber, selulosa, rock wool, grafit dan kevlar. Dengan bahan ini koefisien gesekan bisa lebih stabil di suhu tinggi, hingga 400 derajat celsius. Sedangkan, untuk asbestos menggukan asbestos murni yang direkatkan resin. Bahan asbestos hanya bisa tahan 250 derajat celsius.
Kenapa non asbestos bisa bertahan di suhu yang ekstrim? Pasalnya dari campuran tadi, non asbestos dilengkapi vermi culate. Kalau dilihat secara kasat mata, vermi culate akan berkilauan di permukaan kampas. Material ini, membatu melepaskan panas yang dihasilakan oleh gesekan.
Parahnya, di kampas asbestos vermi culate ini diganti oleh logam yang malah bisa menimbulkan panas. Setelah panas berlebih, tentu koefisien gesekan jadi hilang. Apa yang terjadi? Tentunya bikin rem blong. Nah.. apa baiknya menggunakan rem yang pake bahan asbestos? Cuman menang di murah doang. Enggak baik buat kesehatan dan bikin bahaya!
Jelas kan kalau perbedaan kampas rem asbestos dan non asbestos dari sisi kesehatan dan safety jauh banget deh. Kampas rem asbestos lebih unggul. (www.motorplus-online.com)
Read more ...

kompas.com | Mitos Benar-Salah tentang Nitrogen untuk Ban Motor

Jakarta, KompasOtomotif — Semakin banyak pengendara yang memercayakan nitrogen untuk mengisi ban. Tak hanya pengguna mobil, pesepeda motor pun mulai ”bermigrasi” untuk mengganti angin biasa dengan ”angin spesial” dengan rumus kimia N2 itu. Alhasil, banyak mitos berkembang yang tak sepenuhnya benar.

Edukasi soal nitrogen pun mulai dilakukan para pebisnis bahwa nitrogen untuk sepeda motor tak kalah penting ketimbang mobil. Nitrogen mempunyai kandungan air sangat sedikit sehingga kecil kemungkinan ban berkarat. Selain itu, tekanan yang stabil membuat ban yang diisi nitrogen lebih tahan lama dan tahan panas, yang pada akhirnya mengurangi kejadian pecah ban.

Berikut mitos-mitos yang berkembang, seperti diedukasikan oleh Planet Ban Kalimalang. Mana mitos yang benar?

1. Nitrogen tidak bisa dipakai pada pelek jari-jari. Faktanya, mitos ini salah. Justru dengan gas nitrogen yang sedikit mengandung air dan tidak mengeluarkan ”keringat”, pelek yang terbuat dari besi jadi tak mudah berkarat.

2. Ban lebih jarang kempes dengan nitrogen. Mitos ini benar. Sebab, sedikitnya kandungan air dalam nitrogen membuat tekanan udara dalam ban sepeda motor jadi lebih stabil.

3. Ban lebih awet. Pernyataan ini benar. Sebab, dengan tekanan yang lebih stabil, ban tidak mudah memuai dan benjol karena benturan. Keretakan pada ban juga bisa diantisipasi.

4. Nitrogen hanya bisa dipakai di ban tubeless. Mitos ini salah. Pada dasarnya semua jenis ban membutuhkan tekanan yang stabil. Ban yang menggunakan ban dalam justru lebih membutuhkan gas nitrogen untuk mengurangi dampak pemuaian udara dan panas.

5. Nitrogen membuat laju sepeda motor lebih ringan. Tidak sepenuhnya benar. Sebab, perbedaan berat antara angin biasa dengan nitrogen hanya sekitar 5 persen (nitrogen sedikit lebih ringan), jadi tidak terlalu signifikan.

Penulis
: Donny Apriliananda
Editor
: Agung Kurniawan
Read more ...

KompasOtomotif | Casey Stoner Mulai Tes Ducati Januari 2016 | Rabu, 9 Desember 2015 | 10:55 WIB

Bologna, KompasOtomotif – Ducati telah mengkonfirmasi bahwa Casey Stoner mulai melakukan sesi pengujian sepeda motor Ducati, Januari 2016 mendatang. Pengetesan untuk pertama kalinya ini akan dilakukan di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Kami sedang menyelesaikan jadwal dengan Casey. Tapi masih belum ada tanggal yang tepat,” ujar Manager Tim Ducati Davide Tardozzi, seperti dilansir laman Motorsport, Rabu (9/12/2015).
Selama pengujian di Sepang, Stoner akan ditemani pebalap penguji lain yang tergabung dalam tim Ducati, seperti Michele Pirro.
“Kami berencana melakukan beberapa kali pengujian. Hal itu dilakukan agar Casey mampu memahami karakter motor Ducati,” katanya.
Kembalinya pebalap asal Australia ini tidak hanya sebagai penguji. Stoner juga dikontrak sebagai brand ambassador Ducati.
Sepanjang membela Ducati periode 2007-2010, Stoner sudah mengukir kemenangan 23 kali dan satu gelar juara dunia, yakni pada MotoGP2007.
Penulis: Aditya Maulana
Editor: Agung Kurniawan
Read more ...

Merajut Asa Rider Indonesa Tampil di MotoGP - Detik.com | Senin, 07/12/2015 16:03 WIB


Buriram - Para rider top MotoGP rencananya akan beradu kencang di Indonesia pada 2017 mendatang. Pertanyaannya, kapan rider-rider Tanah Air bisa ikut serta bersaing di antara mereka?


Pada pertengahan 1990-an lalu Indonesia juga pernah menggelar kejuaraan dunia balap motor grand prix di Sentul. Saat itu kelas primernya masih bertajuk 500cc.

Walau selepas 1997 tak lagi menjadi tuan rumah, animo luar biasa senantiasa hadir mengiringi musim demi musim ajang tersebut. Sampai akhirnya muncul wacana, yang jadi nyata, MotoGP di Indonesia pada 2017 mendatang.

Untuk para penggemarnya, kabar itu jelas luar biasa karena akan ada kesempatan menyaksikan para rider pujaan beraksi langsung di depan mata. Tapi bukankah akan lebih luar biasa jika di antaranya juga ada pebalap dari negeri sendiri?

Tentu saja untuk menembus MotoGP tidaklah mudah. Seperti namanya, kelas primer, ada pula jenjang Moto2 dan Moto3 yang lazimnya dilewati seorang rider dan sama sengitnya. Tak ayal ada banyak hal yang harus jadi modal seorang rider.

"Semua ada prosesnya. Pasti kami ingin bisa membawa anak-anak ini ke sana, kami masih dalam proses itu," ujar Manager Safety Riding & Motorsport Astra Honda Motor Anggono Iriawan kepada detikSport di Buriram, Thailand.

"Potensi tidak cukup, tapi juga butuh pengelolaannya. Grand Prix bisa saja, tapi kalau cuma promosi saya tidak mau. Tampil di MotoGP itu tidak gampang."

"Dari ridernya juga, tidak hanya potensi dan skill, tapi juga hati, mental, attitude yang baik dan jangan besar kepala. Sedangkan fisik hampir sama, pasti akan ada kesempatan. Kapan? secepatnya lah kami ingin membawa tidak hanya ke promosi saja tapi naik podium," bebernya.

AHM sendiri saat ini di antaranya aktif tampil di Asia Road Racing Championship (AARC) dengan bendera tim Astra Honda Racing Team, yang disebut juga menjadi medan penggemblengan pebalap dalam usaha menembus ajang kejuaraan dunia balap motor grand prix.

"Tim AHRT ini bisa dibilang new comer, masih baru. Tapi untuk ke sana (MotoGP) bukan hal yang mudah. Levelnya sudah lain," ucap President Director PT Astra Honda Motor Toshiyuki Inuma.

"Di tim sendiri masih sebagai pemain baru banyak hal yang harus dibenahi. Selain rider, juga setting-an motor. Total manajemen juga harus dilakukan perbaikan sampai top racing tim. Selama proses ke sana, kita susah diukur. Apakah dua tahun, tiga tahun bisa diukur? Tahapan itu yang harus dijalani sampai top racing tim."

"Dari segi pebalap sendiri mereka sudah menunjukan prestasi masing-masing dan sampai dilirik tim-tim lain. Secara manajemen pola pembinaan, pembibitan kami sudah bisa mendapatkan hasil. Tinggal manajemen itu sendiri mengatur. Saya berharap lebih banyak lagi di 2016 pebalap-pebalap di asrama Honda lebih meningkat. Untuk mencapai level-level tadi, ada jalur yang sudah kami siapkan," paparnya.

Tim-tim dari pabrikan lain boleh jadi juga sudah menyiapkan misi dan prosesnya masing-masing, yang pada akhirnya tentu diharapkan bisa memacu hadirnya rider Indonesia di kancah kejuaraan dunia balap motor grand prix secara khusus MotoGP.

Read more ...

Alasan - Modifikasi kendaraan termasuk kejahatan, bisa didenda Rp 24 juta!

Merdeka.com - Baru-baru ini telah ramai dengan pemberitaan yang mengungkapkan bahwa memodifikasi kendaraan adalah sebuah tindak kejahatan. Untuk itu, para pemiliki yang ingin memodifikasi kendaraannya baik itu mobil atau motor harus seizin dari pihak berwenang.


Ini cukup menggemparkan, mengingat ini nyaris menjadi budaya bagi kaum muda khususnya di Indonesia.

Humas Polda Metro Jaya melalui laman Facebook menjelaskan bahwa pelanggar yang tetap memodifikasi kendaraannya tanpa izin dan tidak sesuai ketentuan bakal diganjar dengan denda sebesar Rp 24 juta. Ngeri!

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan pihaknya merasa perlu mensosialisasikan aturan untuk modifikasi kendaraan kepada para pemilik kendaraan.
"Hasil pemantauan di lapangan ditemukan bahwa masih banyak dijumpai kendaraan modifikasi baik motor maupun mobil yang menyebabkan perubahan tipe secara tidak sah yang dapat digolongkan dalam tindak pidana pelanggaran," jelas AKBP Budiyanto seperti yang dikutip dari laman Facebook Humas Polda Metro Jaya (4/12).

Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 277 juncto Pasal 316 ayat (2) UU No 22 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta.

AKBP Budiyanto mengatakan, perubahan bentuk kendaraan atau memodifikasi boleh dilakukan tetapi harus dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat dari Kementerian Perhubungan.
Hal ini sesuai dengan Pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP No 55 Tahun 2012 tentang kendaraan juncto Pasal 50 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat.
"Uji tipe yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan ini juga ada beberapa ketentuannya," ujar AKBP Budiyanto.
Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:

Modifikasi kendaraan bermotor hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Merek) kendaraan tersebut.

Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian.

Kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi wajib didaftarkan kepada Kesatuan Polri pelaksana registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor pada kantor Samsat untuk memperoleh STNK baru yang sesuai dengan perubahan kendaraan bermotor dimaksud.

"Kami berharap masyarakat paham dan mengerti bahwa memodifikasi kendaraan bermotor tanpa melalui mekanisme yang benar merupakan tindak pidana kejahatan," cetus AKBP Budiyanto.AKBP Budiyanto katakan pihaknya akan menindak tegas pengguna jalan yang melanggar ketentuan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
So, bagaimana menurut kalian, guys? Setuju?
Read more ...

Biker”, Hindari Aksesori Ini di Musim Hujan! | Jumat, 20 November 2015 | 13:25 WIB

KompasOtomotif – Musim Hujan sudah tiba. Jika Anda pengguna sepeda motor, sebaiknya persiapkan diri agar terhindar dari kemungkinan celaka atau kerepotan saat Hujan turun.

Tak hanya perlengkapan khusus anti-air, tetapi juga perhatikan soal pemasangan aksesori atau komponen aftermarket. Ada beberapa aksesori yang tidak disarankan untuk dipasang. Biasanya, hal tersebut terkait fungsi yang tidak maksimal saat Hujan.
”Kalau sudah terlanjur dipasang ya mau bagaimana lagi. Tapi kalau bisa 'standarin' lagi agar lebih aman,” ujar Henrik, pemilik toko aksesori di Jalan RS Soekanto, Jakarta Timur, kepada KompasOtomotif, Senin (16/11/2015).

Lalu, apa saja aksesori yang harus dihindari saat musim penghujan? Berikut daftarnya sesuai saran Henrik untuk para pesepada motor:
1. Ban ceking atau tipis. Model tersebut membuat daya cengkeram tidak maksimal. Alur ban yang sudah tipis juga mengundang masalah karena licin. Segera ganti ban standar atau beli ban dengan ”kembangan” yang masih tebal.
2. Sepatbor belakang variasi. Hal ini menurut Henrik membahayakan untuk pengendara di belakang. Sepatbor aksesori yang hanya mengutamakan penampilan biasanya tidak mempertimbangkan cipratan air dari ban, sehingga mengenai pengendara di belakang. Efeknya mengganggu pandangan dan konsentrasi mereka.
3. Pijakan kaki dan handel setang dari logam. Pemasangan aksesori ini hanya membuat gaya gesek menjadi sangat kecil. Kaki akan mudah terpeleset saat kena air Hujan, atau tangan tidak bisa mencengkeram handel gas dengan maksimal.
4. Boks CVT (untuk Skutik) modifikasi. Banyak yang menawarkan pemasangan aksesori ”aneh-aneh” seperti selang pernafasan atau melubangi boks agar lebih dingin dan sebagainya. Namun area ini seharusnya menjadi area yang kering. CVT akan mudah selip saat tergenang.
5. Lampu warna putih. Penggunaan lampu ini memang terang saat kering. Namun saat Hujan lebat, lampu paling terang dan gampang dilihat justru warna kuning atau kekuningan (standar).
6. Suspensi kaku (direndahkan). Ini dia yang juga dianggap berbahaya. Saat ada genangan, kita tidak pernah tahu apakah ada lubang atau tidak. Suspensi yang tidak standar berpotensi merusak bodi saat ”menghajar” lubang yang terlihat karena genangan.
Penulis: Donny Apriliananda
Editor: Aris F Harvenda
Read more ...
Designed By Blogger Templates